KisahYesus mengubah air menjadi anggur di kota Kana bukan mengajarkan bagaimana gereja (umat percaya) harus membuktikan mampu mengubah air menjadi anggur agar dunia menjadi percaya kepada Kristus. Karya mukjizat akan bermakna sebagai "tanda" keselamatan Allah bilamana umat mengalami kehidupan yang semula runtuh dan tanpa harapan namun Kisahmengenai Mujizat Pertama Yesus di KANA Yaitu Mengubah Air menjadi Anggur. Keluarga ini mengalami Krisis dalam kisah ini kita melihat ada situasi yang terjadi dan diluar kehendak sang pemilik pesta yaitu mereka kehabisan Anggur, Anggur adalah unsur utama dalam suasana pernikahan, Anggur melambangkan sukacita. Peristiwaperistiwa Cahaya dimulai dengan kisah pembaptisan Yesus di Sungai Yordan oleh Yohanes Pembaptis. Sejak saat itu, Yesus mulai melakukan hal-hal yang mengagumkan. Dalam Peristiwa Cahaya Kedua, kita diajak ke Kana di Galilea, di mana Yesus mengubah air menjadi anggur agar orang banyak dapat bergembira. Maria mengatakan "Apa yang 1 Tanda Pertama: Air menjadi Anggur YOH 2:1-11 2. Yohanes 2:1-11 1 Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ; 2 Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu. 3 Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: "Mereka kehabisan anggur." 4 Kata Yesus kepadanya: "Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Vay Tiền TráșŁ GĂłp Theo ThĂĄng Chỉ Cáș§n Cmnd Hỗ Trợ Nợ Xáș„u. - Misteri selama berabad-abad tentang lokasi di mana Yesus melakukan mukjizat pertama akhirnya mulai terjawab. Menurut Injil Yohanes, peristiwa Yesus mengubah air menjadi anggur dalam pesta pernikahan di Kana, merupakan mukjizat pertamanya. Namun, selama ratusan tahun para peziarah diyakinkan bahwa Kana yang dimaksud dalam Injil Yohanes adalah Kafr Kanna, sebuah kota di Israel utara. Di situ para peziarah mengunjungi Gereja Pernikahan yang dibangun pada abad ke-20. Nyatanya, lokasi yang sebenarnya sudah lama menjadi perdebatan; termasuk lokasi yang saat ini sering dikunjungi para peziarah. Dilansir dari warta The Express, Kamis 30/08/2018, baru-baru ini para arkeolog menyimpulkan bahwa Kana yang dimaksud dalam Alkitab adalah kawasan bukit gersang yang berada lima mil lebih jauh ke utara dari lokasi yang dipercaya saat ini. Lokasi itu merupakan bekas situs Khirbet Qana, sebuah desa Yahudi yang ada antara tahun 323 SM dan tahun 324. Dua daerah yang diklaim sebagai Kana, tempat Yesus pertama kali membuat mukjizat. net Di lokasi itu para arkeolog telah menemukan sejumlah petunjuk penting. Penggalian situs tersebut mengungkap adanya jaringan terowongan yang digunakan untuk ibadah kekristenan, ditandai dengan salib dan petunjuk-petunjuk pada “Kyrie Iesou”, sebuah frasa Yunani yang berarti “Tuhan Yesus”. Di situ juga ada altar dan rak dengan sisa-sisa bejana batu. Selain itu ada enam guci batu tempat menyimpan anggur seperti dalam kisah Alkitab tentang mukjizat itu. Dr Tom McCollough, yang memimpin penggalian situs, mengatakan, ada tiga situs lain yang dipercaya sebagai Kana. “Tapi tak satupun memiliki bukti utuh seperti Khirbet Qana,” kata dia. “Kami menemukan kompleks besar gua pemujaan Kristen yang digunakan para peziarah Kristen untuk menghormati keajaiban air menjadi anggur.” Lokasi tempat pemujaan kekristenan di Khirbet Qana. The Express Yesus Mengubah Air Menjadi Anggur Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ; Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu. Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya “Mereka kehabisan anggur.” Kata Yesus kepadanya “Mau apakah engkau dari pada-Ku ibu? Saat-Ku belum tiba.” Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan “Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!” Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung. Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu “Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air.” Dan merekapun mengisinya sampai penuh. Lalu kata Yesus kepada mereka “Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta.” Lalu merekapun membawanya. Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu, dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya–ia memanggil mempelai laki-laki, dan berkata kepadanya “Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang.” Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya. Amin. Kamu adalah Garam Dunia HM Biasa V/AYesus menekankan pentingnya menjadi garam dunia dan menghindari menjadi bodoh [tawar]. Sifat yang perlu dihindari sebagai pengikut Yesus adalah tawar atau bodoh. Namun, bodoh bukan karena ketidaktahuan [stupid] namun sikap bodoh yang lebih buruk yaitu menjadi bodoh [Make foolish]. Orang-orang yang tawar ialah mereka yang “menjadi bodoh”, orang-orang yang melakukan hal-hal bodoh walaupun sebenarnya mengetahui bahwa hal tersebut salah. Salam Misioner RDHJ Follow IG shortcutechism Feb 05, 20230534Bertobatlah, Ikutilah Aku! HM Biasa III/A 2023Injil yang kita dengar hari ini menggambarkan kisah tentang Yesus yang memanggil para murid pertama-Nya. Apa yang menarik dari kisah ini? Pertama-tama, Yesus menakankan salah satu tugas pewartaan-Nya di dunia ini yaitu dengan menyerukan “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!” [Mat 47]. Instragram IG shortcutechism Salam Misioner RDHJ23Jan 21, 20230708Tekun Berdoa HM Biasa XXIX Today's Gospel of Luke encourages us to answer some essential questions in our missionary-life purposes. The first question is, "why should we pray?" It has the same aspect as the question, "what makes you pray?" Are there some motives behind our prayer? These fundamental questions lead us to another question, "why should we pray continuously? Why should we be persistent in prayer? Luk 181-8 Salam Misioner IG shortcutechismOct 16, 20221033The Merciful God HM Biasa XXIVDalam Injil Hari Minggu biasa XXIV yang kita dengar hari ini, Yesus menekankan identitas Allah Bapa yang berbelas kasih. Sifat Ilahi Allah yang mencintai manusia itu digambarkan dalam berbagai kesempatan ketika manusia meninggalkan-Nya jatuh dalam dosa, keserakahan, iri hati. Manusia lebih mementingkan diri sendiri. Allah dengan penuh kasih, menunjukkan cinta yang tak pernah terbatas dengan mengambil inisiatif untuk merangkul kita orang berdosa “Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia” [Luk 1520]. Salam Misioner RDHJ IG shortcutechismSep 13, 20220534Jul 21, 20220326HM Biasa VIII "Outward AppearanceMaka, untuk menghindari kebutaan spiritual, marilah kita berupaya membersihkan dan memurnikan diri kita, baik penampilan fisik, maupun hati kita. Karena Allah tidak melihat “cover” penampilan lahiriah, melainkan hati kita. “Kamu membenarkan diri di hadapan orang, tetapi Allah mengetahui hatimu. Sebab apa yang dikagumi manusia, dibenci oleh Allah.” [Luk 1615]. Jika kita menyadari bahwa Allah melihat hati kita, marilah kita juga senantiasa belajar untuk melihat hati sesama kita. Marilah kita belajar untuk tidak buta secara spiritual. Salam Misioner RDHJ IG shortcutechismFeb 26, 20220706Mengapa Jesus mengubah Air menjadi Anggur? HM Bias II/CYesus tidak ingin perayaan iman yang penuh sukacita akan Kasih Allah itu berubah menjadi hal yang buruk karena sang tuan pesta kekurangan anggur. Namun, Yesus memberi makna lain bagi kita para pengikut-Nya. Bagi Yesus, anggur bukan hanya merupakan tanda sukacita, namun merupakan lambang sengsara dan wafat-Nya di Kayu Salib dengan berkata “Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu” [Luk 2220]. Sejak permulaan karya-Nya, Yesus telah mewartakan tujuan kedatangannya ke dunia, untuk menyelamatkan manusia dengan sengsara dan wafat di kayu salib. Itulah yang menjadi SUKACITA terbesar yang terjadi pada pesta perkawinan di Kana. Salam Misioner RDHJ2022 IG habeljadera 16, 20220614fourth SUnday of Advent Spirituality of Encounter“Spiritualitas Perjumpaan” Para Saudara terkasih, Hari ini kita memasuki Hari Minggu IV dalam masa Adven. Hari Raya Natal semakin dekat. Pesan pertobatan misioner Yohanes Pembaptis telah menggema di dalam hati dan pikiran kita. Kita pun bersukacita atas kesempatan pertobatan yang boleh kita alami kembali dalam persatuan dengan Allah yang mahapengasih dan pengampun. Paus Fransiskus, mengajak kita untuk menghidupi “budaya perjumpaan”, yaitu agar “kita, sebagai manusia, harus dengan penuh menciptakan semangat untuk berjumpa dengan orang lain, mencari berbagai cara untuk dapat saling berhubungan, membangun relasi, menyiapkan rencara bersama-sama” [Fratelli Tutti 216] . Salam Misioner RDHJ IG habeljaderaDec 19, 20210835Third Sunday of Advent “Spiritualitas Misioner Yohanes Pembaptis [2]”“Spiritualitas Misioner Yohanes Pembaptis [2]” Para Saudara terkasih, Injil hari ini kembali menekankan peran misioner Yohanes Pembaptis dalam mempersiapkan kedatangan Tuhan Yesus Kristus. Dalam Injil Lukas 31-6, kitatelah mendengarkan semangat Pewartaan Kabar Sukacita yang menjadi tugas misioner kita [Bacaan Injil Hari Minggu Adven Kedua]. Hari ini, Yohanes Pembaptis memberi pengertian kongkret semangat “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis!” dalam kehidupan sehari-hari. Salam Misioner RDHJDec 12, 20210432Second Sunday of Advent “Spiritualitas Misioner Yohanes Pembaptis” [1] Para Saudara terkasih, seruan kenabian Yohanes Pembaptis yang kita dengar dalam Bacaan Injil hari ini [Luk 31-6] kembali mengingatkan kita akan pentingnya semangat Pewartaan Kabar Sukacita tugas misioner kita. Salah satu tugas misioner yang hendak kita lakukan hendaknya berdasarkan pada semangat misioner Yohanes Pembaptis yang berseru-seru di padang gurun “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis!” Salam Misioner RDHJDec 05, 20210432Be alert and keep Praying First Sunday of AdventBerjaga-jaga dan berdoa berarti senantiasa bersyukur [Kol 42] sekaligus memohon agar Tuhan senantiasa membuka jalan pewartaan akan Kristus dalam kehidupan kita [Kol 43]. Terlebih-lebih, Beroda dan berjaga-jaga berarti memiliki sikap kesiap-sediaan akan kedatangan Kristus [Mat 2442-44]. Salam Misioner RDHJ - IG habeljaderaNov 28, 20210804Kristus Raja Semesta Allam [B]Kita bisa saja bertindak seperti Pilatus yang bertanya tentang kebenaran Yesus dan Kerajaan-Nya. Kita pun bisa berpikir dangkal seperti orang-orang Yahudi tentang aspek duniawi seorang raja dan kerajaannya. Namun, marilah kita berntanya dalam diri kita sendiri “apakah saya sudah membiarkan Tuhan Yesus Kristus meraja dalam diri kita masing-masing?” Dengan demikian, kita belajar untuk menerima Tuhan sebagai Raja, bukan karena kuasa duniawi dan Kerajaan-Nya yang tidak terbatas pada wilayah tertentu. “Ini aku Tuhan, sudilah menjadi Raja dalam hatiku!” Salam Misioner RDHJ IG habeljaderaNov 21, 20210700HM Biasa XXXIII "Hari Pengharapan"Sabda Yesus yang kita dengar hari ini cukuplah keras berkaitan dengan akhir zaman. Dalam Injil, akhir zaman itu disertai dengan berbagai tanda yang mengikutinya siksaan yang berat, perubahan alam yang dahsyat dan juga terguncangnya kuasa langit [Lih Mrk 1324-25]. Hal itu menyertai kedatangan Yesus Kristus ke dunia kedua kalinya. Yesus sendiri mengatakan “orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan-awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya”. Pertanyaan yang dapat kita renungkan dari perikop hari ini adalah “Mengapa kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali selalu dikaitkan dengan akhir zaman?” Salam Misioner RDHJ habeljaderaNov 14, 20210501HM Biasa XXXII 'No to Hypocrisy'Untuk itu, kita dapat menghindari beberapa hal yang membuka peluang untuk hidup dalam topeng kemunafikan. Pertama, ketidaktulusan. Praktik doa yang mereka lakukan bukan semata-mata karena iman mereka kepada Tuhan, melainkan upaya untuk dilihat orang lain dan memperoleh pujian [lih. Mat 616]. Kedua. disintegritas ketidak-sesuaian antara ajaran dan tindakan mereka. Penginjil Mateus mengutip apa yang dinubuatkan Nabi Yesaya “Bangsa ini memuliakan aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. ...” [Mat 157-9]. Ketiga, menghakimi orang lain. Orang yang hidup dalam kemunafikan cenderung untuk selalu menghakimi orang lain, selalu mencari kesalahan orang lain, karena bagi mereka, lebih mudah mengeluarkan “selumbar dari mata saudaramu, daripada balok di mata mereka sendiri” [lih. Mat 75]Nov 07, 20210506HM Biasa XXXI "Hukum Kasih Kodrat Allah -Bapa-Putra-Roh Kudus"Perintah Tuhan untuk mengasihi Tuhan dan sesama yang kita dengar dalam dialog Yesus dengan orang-orang Israel dalam Injil Hari menggambarkan sesuatu yang sangat mendalam. Perintah tersebut, bukan hanya soal bagaimana kita menerapkan kata cinta itu dalam kehidupan sehari-hari baik kepada Tuhan maupun kepada orang-orang lain. Lebih dari itu, Yesus ingin menanamkan dalam diri manusia bahwa kodrat sejati Allah itu adalah cinta kasih. RDHJ Salam Misioner IG habeljaderaOct 31, 20210451Hari Minggu Misi Sedunia 2021 [Kis 420]Apa yang dapat kita lakukan di masa pandemi ini, Paus Fransiskus mengajak kita untuk menjadi Misionaris Harapan, yang membawa harapan kepada sesama Mencari kesempatan untuk bertemu, peduli, dan menawarkan belas kasih; sekalipun dalam konteks “Jaga Jarak”. Dengan demikian, kita berani mewujudkan misi Allah, Misi Belas Kasih [Mission of Compassion] Allah yang mau menjadi manusia, sengsara, wafat dan menyalamatkan kita. Marilah kita menjadi Misionaris-misionaris harapan dengan cara kita masing-masing, dalam keterbatasan dan kelemahan kita. Karena Allah selalu hadir, walaupun dalam keadaan tersulit dan terpuruk sekalipun dalam kehidupan kita masing-masing Salam Misioner RDHJ Oct 25, 20210428HM Bias XXVIII Self sacrifice, a missionary purposeMenjadi pengikut Kristus berarti siap melakukan self sacrifice pengorbanan diri yang total. Yesus menekankan pentingnya lepas dari kelekatan-kelekatan duniawi dan melakukan pengorbanan diri yang total. Hal ini digambarkannya dengan jelas dan tegas bahwa mereka yang mampu melepaskan segala keterikatan itu, dan mengikuti-Nya, maka, “di masa datang ia akan menerima hidup yang kekal”. Kita semua dipanggil untuk pergi dan mewartakan Injil. Oleh karena itu, marilah kita sungguh-sungguh melekatkan diri kita semata-mata pada Tuhan dengan melakukan self sacrifice kita masing-masing. Karena Ia sendiri berkata, “carilah dulu Kerajaan Allah, maka segala sesuatu akan ditambahkan kepadamu”. Pengorbanan diri adalah karakter dasar seorang misionaris Kristus. Buah dari itu ialah Kerajaan Allah. Salam Misioner RDHJ shortCUTEchism IG habeljaderaOct 10, 20210413HM XXVI Masa Biasa 2021 What's your claim before God?Dalam hal ini, Yesus kembali menakankan pentingnya tindakan nyata para pengikutnya. Klaim atas iman, harapan, kasih dan rahmat serta otoritas yang diberikan-Nya itu hendaknya diwujutkan dalam TINDAKAN nyata cinta kasih akan Tuhan dan sesama. Salam Misioner RDHJSep 26, 20210429HM XXV Masa Biasa Spiritual SutpidityKebodohan spiritual adalah ketidakmampuan untuk mendengar, meresapi, merenungkan dan menjawab Sabda Tuhan. Sep 19, 20210552HM Biasa XXII Moral vs Formal CleanessOrang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat kembali mencoba Yesus dengan pertanyaan-pertanyaan yang menjebak yang tentunya bertujuan untuk mencari-cari kesalahan-Nya. Mereka melontarkan narasi-naris seputar pentingnya menghormati tradisi nenek moyang yang hendaknya dihormati dan dilakukan juga oleh para pengikut Yesus, misalnya dengan “membasuh tangan sebelum makan, membersihkan diri sepulangnya dari pasar; mencuci kendi, cawan dan perkakas tembaga” [lih Mrk 74]. Seseorang menjadi bersih [tahir] atau tidak [najis] dinilai dari kemampuannya memenuhi hal-hal formal. Mereka sangat menekankan aspek formalitas [legal] kebersihan diri seseorang, yang pada zaman itu mulai berkurang. Dan secara langsung, mereka menyerahkan tanggung jawab itu kepada Yesus, dengan bertanya “Mengapa murid-murid-Mu tidak mematuhi adat istiadat nenek moyang kita?” [Mrk 75]. Salam Misioner RDHJ IG - habeljadera Aug 29, 20210508Hari Raya SP Maria diangkat ke surgaIstilah “nobody is perfect” rasanya bukan sesuatu yang ditakutkan dalam mengikuti Yesus. Bunda Maria telah menjadi teladan nyata kesempurnaan dalam mengikuti dan menjalankan Kehendak Allah. Itu menjadi suatu sukacita tak terhingga yang ia kidungkan dalam “Kidung Maria”. Kegembiraan karena taat kepada Tuhan tidak hanya lahir secara fisik, namun dari hati dan jiwa seorang wanita sederhana bernama Maria. Marilah kita meneladinya dalam menanggapi Sabda Tuhan sehingga kita pun berani berseru “Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku” Salam Misioner RDHJ IG habeljadera Youtube RDHJAug 14, 20210509“Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa!”Dalam Tuhan, kerja memiliki konsep baru. Bukan hanya sebatas mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup, tetapi lebih menikberatkan aspek spiritualis pekerjaan iman dan percaya. Ia sendiri bersabda “bertobatlah dan percayalah pada Injil” [Mrk 115] sebagai syarat utama menghadirkan Kerajaan Allah di dunia ini. Bekerjalah dan percayalah! Dengan demikian kita akan memperoleh makanan yang abadi yaitu Roti Hidup yang dijanjikan Tuhan “Akulah roti hidup! Barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.” Salam Misioner RDHJ - IG habeljadera Youtube RDHJAug 01, 20210407HM Biasa XVI 2021 "Spiritual & Bodily Sharing"Di masa pandemi yang semakin melanda Tanah Air kita tercinta, kita digugah untuk mampu bertindak seperti para Rasul, lebih mementingkan tersiarnya kabar sukacita bagi banyak orang, dari pada hanya mementingkan kepentingan pribadi kita masing-masing. Marilah kita menciptakan kebiasaan “Sharing” bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan jasmani, melainkan juga spiritual. Dalam konteks tugas misi pewartaan para Rasul, spiritual sharing’ yang total dan bertanggung jawab mengarah pada bodily sharing”. Maka, marilah kita mengawali sharing-sharing iman, misi pewartaan Kabar Sukacita, karena jika dijalankan dengan total maka melepaskan diri dari ikatan kebutuhan-kebutuhan pribadi kita masing-masing dan terbuka bagi tindakan kasih yang nyata kepada sesama kita. Salam Misioner RDHJ IG habeljadera Youtube RDHJJul 19, 20210434HM Biasa XV “Dipanggil dan diutus”Renungan “Yesus memanggil kedua belas murid dan mengutus mereka berdua-dua.” DPara saudara terkasih! alam Injil hari ini, Yesus menegaskan misi perutusan dua belas murid-Nya dengan memanggil dan mengutus mereka “pergi”; pun cara yang sangat spesial berdua- dua’. Kristus, Sang Misionaris Ilahi, memilih kedua belas rasul untuk menemani-Nya dan kemudian mengutus mereka dengan otoritas seorang misionaris “berkuasa atas roh-roh jahat” [Mrk 6 ]. Jul 14, 20210323HM XIV Masa Biasa "Misionaris Domestik Tantangan?"“Misionaris Domestik TANTANGAN?” Para Saudara yang terkasih! Perdebatan akan identitas Yesus merupakan suatu hal yang menarik. Terlebih lagi, karena perdebatan itu terjadi di kalangan orang yang “dekat”-Nya. Orang orang itu bisa berasal dari suatu daerah serta kelompok yang sama. Atau mungkin dari keluarga yang sama. Perdebatan itu cenderung jatuh pada penilaian dan akhirnya penolakan. Salam Misioner RDHJ IG habeljadera Youtube RDHJJul 04, 20210509Hari Katekis 2021Sobat shortCUTEchism, Katekese Misioner adalah panggiln Gereja Transformatif untuk mewujudkan Perintah Tuhan untuk Pergi dan mewartakan Iniil [Mat 2819-20]. Dalam konteks itulah kita semua dipanggil jntuk menjadi Katekis untuk mewartakan kabar sukacita Kebangkitan Kristus di setiap aspek kehidupan. Paus Fransiskus telah menetapkan “Pelayanan Katekis” sebagai suatu Jabatan Gerejawi [Antiquum Ministerium, Mei 2021]. Menjadi Katekis adalah sebuah panggilan hidup untuk memastikan bahwa IMAN ITU Dimengerti Dirayakan Hidup Hadir dalam Doa. Selamat Hari Katekis 2021 Salam Misioner RDHJ - IG habeljadera Youtube RDHJJun 29, 20210101Mengenal Santo Yosef [4]Mengenal Santo Yosef [4] Sobat shortCUTEchism, Siapa sih itu sosok Santo Yosef? Paus Fransiskus menekankan 7 Karakter Santo Yosef. Dalam Video shortCUTEchism ini, Saya mengajak kita untuk melihat 3 karakter dasar St Yosef Bapa yang baik dikasihi [Part 3] Bapa yang lemah lembut dan penuh kasih Bapa Yang Taat Bapa yang Menerima Apa saja karakter yang lain? Ikuti terus shortCUTEchism, mengenal santo Yosef di tahunsantoyosef bersama Saya, RDHJ. Salam Misioner RDHJJun 22, 20210821Hari Minggu XII Masa Biasa 2021 "Diam, Tenanglah!"Hari Minggu XII Masa Biasa 2021 Perintah Yesus yang hari ini kita dengar dalam Injil memberikan penegasan Bahwa Tuhan sungguh memiliki kuasa atas seluruh alam semesta, alam ciptaan-Nya. Kemahakuasaan Allah itu berlaku atas segala hal, Manusia - Alam dan segala isinya, baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan. Injil memaparkannya dalam Kisah Yesus meredakan badai taufan’ yang kita dengar hari ini. Seruan para murid itu menandakan bahwa sebagai orang-orang terdekat Yesus, mereka masih kurang beriman. Justru sebaliknya, mereka dipenuhi dengan ketakuan yang luar biasa “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?” [Mrk 438]. Kemahakuasaan Allah itu tidak berarti kesewenang-wenangan Ilahi terhadap manusia dan alam ciptaan-Nya. Justru sebaliknya, Yesus menampilkan kelemahlembutan ilahi, cinta kasih ilahi ketika ia berseru “Diam, tenanglah!” [Mrk 439]. Perintah yang menenangkan, menyejukkan hati seluruh alam ciptaan-Nya. Salam Misioner RDHJJun 21, 20210423Hari Minggu XI Masa BIasa 2021 Kerajaan Allah dan MisterinyaYesus mencoba mengajarkan mereka tentang Kerajaan Allah dengan menjelaskan siapa pelakunya dan dengan cara seperti apa hal tersebut dapat terjadi. Menurut-Nya, “Kerajaan Allah itu seumpama orang yang menaburkan benih di tanah [Mrk 426]” suatu tindakan cinta yang diinisiasi Allah terhadap manusia. Yesus juga menjelaskan bagaimana cara Kerajaan Allah itu bekerja dalam kehidupan manusia dan tentunya di dalam dunia ini. Salam Misioner RDHJ IG habeljadera Youtube RDHJJun 13, 20210506Mengenal Santo Yosef [3]Sobat shortCUTEchism, Siapa sih itu sosok Santo Yosef? Santo Yosef seorang Bapak yang dikasihi Dalam Patris Corde, Paus Fransiskus mengajak kita untuk mengenal siapa itu Santio Yosef. Menurutnya, ada ENAM karakter Santo Yosef dapat kita teladani di Tahun Santo Yosef ini. Apa saja karakter itu? Ikuti terus shortCUTEchism, mengenal santo Yosef di tahunsantoyosef bersama Saya, RDHJ. Salam Misioner RDHJ - IG habeljadera Youtube RDHJMay 28, 20210550HR Pentakosta Ia akan berSAKSI tentang AkuHari ini, dengan jelas Yesus menekankan PERAN penting Roh Kudus yang Ia janjikan itu dalam misi pewartaan. Yesus bersabda “Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku” [Yoh 1417; 15261613]. Roh Kudus memampukan kita untuk menjadi agen-agen misi pewartaan Kristus yang bangkit dan hidup bagi kita semua. Santo Yohanes Paulus II dalam Redemptoris Missio menekankan bahwa Roh Kudus adalah Agen utama Misi pewartaan Gereja di dunia [RM 21]. pentakosta selamathariminggu shortCUTEchism Salam Misioner - IG habeljadera May 23, 20210508Mengenal Santo Yosef [2]Sobat shortCUTEchism, Siapa sih itu sosok Santo Yosef? Injil Sinoptik [Matius - Markus - Lukas] mencacat beberapa hal tentang identitas Santo Yosef. Yuk, dengan mengenal secara biblis, saya berharap kita pun semakin mencintai Santo Yosef dan berdevosi kepadanya. Salam Misioner RDHJ IG habeljaderaMay 21, 20210742HM VII Paskah Menjadi Satu & Kudus MISI KRISTIANI“Menjadi Satu dan Kudus adalah Misi Kristiani” Pertama-tama, Yesus berdoa agar tercipta persatuan di antara umat manusia “Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita” [Yoh 1711b]. Di samping itu, Yesus ingin agar kita kudus dalam kebenaran dengan berseru “Kuduskanlah mereka dalam kebenaran” [Yoh 1717]. Paus Fransiskus, dalam Seruan Apostoliknya, Gaudete et Exultate [art. 19], menekankan bahwa “Seorang Kristiani, tidak dapat menghayati misi pewartaannya di dunia ini jika tidak melalui jalan kekudusan, karena hal ini merupakan Kehendak Allah, pengudusanmu.” [1 Tes 43]. Dan, “Kepenuhan kekudusan itu hanya dapat dimengerti di dalam Kristus” [GE 20]. Salam Misioner IG habeljadera Youtibe RDHJMay 16, 20210502HM VI Paskah Mencintai itu Perintah, bukan PILIHAN!Yesus sendiri menekankan beberapa karakter cinta dalam amanat perpisahannya. Pertama, Cinta Ilahi. Mencintai itu menjadi penting dalam kehidupan manusia karena Allahlah yang merupakan sumber cinta kasih itu sendiri “Seperti Bapa telah mengasihi Aku” [Yoh 159]. Kedua, Tinggal di dalam Kristus. Salah satu syarat utama seseorang mampu mengasihi ialah jika “ia menuruti Perintah-Nya” [Ay. 10]. Ketaatan menjadi hal penting bagi kita untuk mampu “tinggal di dalam Kristus”. Ketiga, Cinta sesama adalah perintah. Karena Yesus sendiri yang memberi amanat, tindakan “mencintai” bagi para pengikutnya hendaknya dimengerti sebagai suatu perintah, bukanlah pilihan. Mencintai Tuhan dan Sesama bukanlah sebuah pilihan melainkan suatu amanat yang harus kita lakukan sebagai pengikut Kristus. Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu [Joh 1512 ] . . RDHJ May 08, 20210520HM V Paskah - Pergi dan BERBUAHSebagai amanat perpisahan, BERBUAH berarti “beriman pada Allah” dan mewujudkan iman itu dalam tindakan “mencintai sesama manusia” [1 Yoh 323]. Kita semua diutus untuk pergi dan menghasilkan buah yang melimpah. Dan itu semua dapat terjadi jika kita sungguh-sungguh “tinggal di dalam” Yesus, Pokok Anggur. Yesus menegaskan bahwa hanya dengan “berbuah” kita menjadi murid-murid-Nya. “jika kamu berbuah banyak, dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku” Yoh 158 Salam Misioner RDHJ - IG habeljadera Youtube RDHJMay 02, 20210426HM IV Paskah 2021 Gembala yang BAIK Tidak Menggembalakan dirinya sendiri! Pewartaan Yesus hari ini menguatkan kita yang sedang dalam kerapuhan iman karena tawaran dunia. Hal itu bisa terjadi jika kita salah memilih “GEMBALA” dalam kehidupan iman kita “gembala yang menggembalakan dirinya sendiri” yang dikecam Yesus sebagai “pencuri dan perampok” yang tujuannya adalah untuk “mencuri dan membinasakan” [Yoh 108,10]. Atau mengikuti Yesus sebagai GEMBALA yang Baik yang Memimpin dan mengantar kita sampai kepada Bapa. The choice is yours! Salam Misioner RDHJ IG habeljaderaApr 24, 20210502Apr 24, 20210330HM Paskah III 'Kamu adalah Saksi atas semuanya ini!'Yesus menekankan, iman dan identitas misioner kebangkitan-Nya dalam pesan “Kamu harus menjadi saksi atas semua ini” [Luk 2448]. Karena Gereja berada untuk mewartakan kabar sukacita, pewartaan dan memberi kesaksian akan Kristus yang hidup [bdk EN 13-15; AG 5-9] Salam Misioner IG habeljadera Youtube RDHJApr 17, 20210500HM II Paskah - "'Pergi, WARTAKANLAH'! [Ite, Nuntiate]"Kristus yang bangkit, Sang Sumber Harapan manusia untuk menghalau kematian dan dosa, tidak ingin agar kita hanya bereuforia sejenak akan peristiwa yang mulia itu. Kata latin ite nuntiate [Bahasa Italia andate ad annunciare] adalah dua perintah misioner Yesus yang bangkit yang berarti pergi, wartakanlah [katakanlah]. Pesan yang sama “ite nuntiate” itu dikukuhkan kembali dalam penampakan-Nya kepada para murid. Bahkan, Yesus menekankan bahwa “pergi, wartakanlah” bersifat Ilahi [Tritunggal]; yaitu berasal dari Bapa, Putera dan Roh Kudus “Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu...” [Yoh 2021]. Karena itu, “Terimalah Roh Kudus...” [Yoh 2022] BUONA PASQUA Salam Misioner IG habeljadera Youtube RDHJApr 10, 20210500Pekan Suci [Days in The Holy Week - 1]Supaya Tidak “baperan”, kita hendaknya berpartisipasi secara detail dalam sengsara dan wafat Tuhan Yesus Kristus. Apr 01, 20210603HM Palma Sengsara Tuhan, "JANGAN BAPERAN"!Memperingati Sengsara Tuhan merupakan sebuah perayaan Iman akan Allah yang merendahkan diri-Nya untuk sengsara dan wafat bagi kita [Kenosis]. Untuk itu, 'baperan' hendaknya tetap memiliki dasar kebenaran Iman. Jika tidak, maka kita membatasi Karya Keselamatan Tuhan hanya bagi diri kita masing-masing. Paus Fransiskus nenekankan “Tanpa kebenaran [Iman], emosi tidak memiliki konten relasional dan sosial” [Fratelli Tutti 188]. Salam Misioner IG habeljadera youtube RDHJMar 28, 20210402HM Tobat V [SALIB Syarat bertemu YESUS]Peristiwa Salib digambarkan dengan tiga hal yang berkaitan dengan hidup mencintai hidup, membenci hidup [di dunia ini], dan hidup kekal. Kelompok orang yang hanya mencintai hidupnya adalah mereka hanya mengandalkan kekuatan duniawi, diri sendiri, tidak terbuka pada Kehendak Bapa. Yesus mengajak kita untuk “membenci hidup di dunia ini” dengan cara taat pada Kehendak Bapa, membiarkan diri kita dipimpin dan dituntun oleh Allah sendiri. Konsekwensinya, seperti yang digambarkan Yesus demikian “Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal” [Yoh 1225]. Kembali kepada pertanyaan orang-orang Yunani “kami ingin bertemu YESUS”?Jawaban Tuhan berlaku pula untuk kita semua pengikut-Nya. Salib, tanda kemuliaan, satu-satunya jalan untuk bertemu dengan TUHAN! Jika demikian,Apakah kita masih bersemangat untuk menemukan Tuhan? Salam MISIONER - Back Sound Videns Dominus [Cantori Gregoriani ft. Giorgio Merli] - Youtube RDHJ IG habeljaderaMar 22, 20210456Laetare & Gaudete - SUKACITA MISIONERDua kata itu kita kenal dalam liturgi Gereja Hari Minggu IV masa Tobat [Laetare] dan Hari Minggu III Adven [Gaudete]. Kalau dalam konteks Misiologis, Sukacita itu berarti Siap melakukan perintah Tuhan untuk “pergi dan wartakanlah INJIL” ke seluruh dunia [lih mrk 1615, 20 – Mat 2819-20]. Misi Yesus ialah Centrifugal [Lawan dari Centripetal]. Dari Yerusalem, Yesus mengutus murid-murid-Nya untuk “pergi ke seluruh dunia” [Lih. Yes 66191-21] Salam Misioner RDHJ IG habeljadera youtube RDHJ Mar 15, 20210557HM IV Tobat [Laetare] - "Mampukah kita bersukacita?"Hari ini adalah Hari Minggu Laetare [Sukacita]. Gereja mengajak kita untuk bersukacita seperti yang terlihat dalam antifon pembuka “Bersukacitalah bersama-sama Yerusalem, dan bersorak-soraklah karenanya, hai semua orang yang mencintainya! Bergiranglah bersama-sama dia segirang-girangnya, hai semua orang yang berkabung karenanya!” [Yes 6610]. Dalam hal ini, Sukacita Gereja merupakan antisipasi akan Paskah, Kebangkitan Tuhan yang semakin dekat. Tuhan sendiri dalam Injil Yohanes menegaskan JAWABAN atas pertanyaan manusiawi kita “Mampukah kita bersukacita [di masa pandemi ini]? Yesus menegaskan mengapa kita harus bersukacita. Pertama, karena “Allah sangat mengasihi dunia” [ay. 16] dan karenanya, Ia mengutus puteranya yang terkasih kepada kita, “supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal”. Kedua, Yesus menekankan tujuannya datang ke dunia, yaitu “bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya”. Jaminannya adalah Iman dan kepercayaan kita kepada REJOICE Salam MISIONER - Backsound Laetare IERUSALEM [Cantori Gregoriani fr. Enrico de Capitani]Mar 14, 20210349HM III Tobat "Tobat Tidak sekadar kembali ..." Lalu, apa yang bisa kita lakukan? Yesus menegaskan satu-satunya jalan kemuridan untuk dapat mengikuti-Nya ialah dengan sengsara dan wafat di kayu salib. Itulah tanda yang Tuhan tawarkan kepada manusia. Yesus memang tidak secara jelas dan gamblang mengisahkan tentang sengsara dan salib dan kebangkitan-Nya “Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.” Namun itulah “tanda” dan jalan keselamatan yang Ia wartakan. Yesus ingin agar kita memandang tanda itu dengan iman yang mendalam tidak seperti orang-orang Farisi dan Ahli Taurat yang digambarkan dalam Injil hari ini. Ingat bahwa Yesus pernah bersabda bagi mereka yang menuntut tanda namun tidak beriman “Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus”[Mat 1239]. Salam Misioner RDHJ - Back Sound Qui biberit Aquam [Cantori gregoriani ft. Emmanuele Brambilla]Mar 07, 20210440HM Tobat II Transfigurasi Salib sebagai Jalan KemuliaanKita pun sedang mengalami hal yang sama seperti para murid keragu-raguan! Namun, di masa pertobatan 40 hari ini, marilah kita berusaha untuk mengalami peristiwa “TRANSFIGURASI” memandang Tuhan sebagai Anak yang terkasih. Dengan demikian, pertobatan kita akan semakin menjadi jalan untuk mencicipi kemuliaan Tuhan. Karena pertobatan adalah upaya untuk kembali bersatu dengan-Nya yang “Sengsara dan wafat di Kayu SALIB”. Salam MisionerFeb 28, 20210353HM Tobat I - 2021 Pertobatan MisionerPantang dan puasa senantiasa mengarahkan kita pada pertobatan yang sejati yaitu “mengikuti kehendak Tuhan - mengubah diri - dan berani mewartakan kabar sukacita Yesus Kristus” di tengah lingkungan kehidupan kita masing-masing. Karena pertobatan hendaknya bersifat dan bertujuan misioner [perutusan]. Maka, Para Saudara yang dikasih Tuhan, marilah kita sungguh-sungguh menghayari pertobatan pribadi kita masing-masing sehingga tidak hanya soal mengurangi hal-hal duniawi tertentu, namun harus bersemangat perutusan Salam MiSIONERFeb 21, 20210407Masa Tobat BUkan Soal Tanda tapi Spirit "Metanoia"Masa Tobat diawali dengan Hari Rabu Abu. Abu sebagai tanda pertobatan manusia untuk senantiasa mengingat identitasnya "Ingatlah, engkau adalah debu, dan kepada debu itulah engkau akan kembali". Dalam Injil Matius 61-6 16-18, kita diingatkan untuk sekuran-kurangnya melakukan 3 hal sebagai tanda pertobatan Doa, Pantang dan Puasa, Karya Amal. Marilah kita sungguh-sungguh menghayati Makna Pertobatan dalam tiga hal tersebut. Agar doa, pantan-puasa dan karya amal kita tidak hanya jatuh pada kesombongan diri. Salam Misioner RDHJFeb 17, 20210218Doa dan Dialog Suatu GERAKAN Misi Masa KINI Pewartaan yang tidak diawalai dengan doa dan dialog dengan Tuhan cenderung jatuh pada kesombongan dan kebanggaan atas diri sendiri. Padahal, berkat pembaptisan, kita semua semua menjadi duta besar Kristus [the ambassador of Christ]. Maka anjuran Yesus untuk senantiasa memberitahukan kesembuhan dari penyakit kusta itu ialah untuk menghindari diri dari pewartaan-pewartaan yang tidak berdasarkan doa dan dialog dengan Tuhan. Atau bahkan menghambat karya pewartaan yang lebih besar kepada banyak orang “Tetapi orang itu pergi memberitakan peristiwa itu dan menyebarkannya kemana-mana, sehingga Yesus tidak dapat lagi terang-terangan masuk ke dalam kota”. Oleh karena itu, marilah kita senantiasa menjadikan doa dan dialog dengan Tuhan sebagai dasar karya Misi evangelisasi di tengah masyarakat. Karena dengan demikian, kita memberikan kesempatan kepada Tuhan untuk melakukan karya-karya-Nya yang lebih agung dan mulia bagi banyak orang. Salam Misioner RDHJFeb 13, 20210456"berpikir Lateral" ala YesusHari Minggu Biasa IV [B] Jelas! Yesus tidak memandang jenis penyakit, namun caranya menghardik roh jahat menunjukkan bagaimana Yesus mencintai manusia dengan menunjukkan kuasanya atas kuasa-kuasa kegelapan roh jahat. Marilah kita mohon kepada Tuhan untuk senantiasa menunjukkan kuasa-Nya bagi kita di masa pandemi ini. Semoga kita senantiasa bersikap seperti Yesus yang tidak melihat-lihat berbagai jenis penyakit namun menunjukkan cinta kasih yang besar kepada saudara-saudari kita yang sungguh membutuhkan. Marilah kita belajar untuk tidak hanya berpikir lurus-lurus saja - kaku dan anti akan hal-hal baru - namun mencari alternatif lain yang “menyamping” namun produktif bagi banyak orang. Salam MisionerJan 31, 20210448 Waktunya telah GENAP... Hari Minggu Biasa III/B Dengan mengatakan “... datanglah Yesus ke Galilea, memberitakan Injil Allah” Markus menegaskan dua hal penting dalam keseluruhan Injilnya Yesus datang ke Galilea [tempat dan waktu tertentu] dan memberitakan Injil [karyanya]. Hal ini semakin dilengkapi dengan seruan Yesus sendiri “Waktunya telah genap. Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!” [ay 14-15]. Maka, sebagai pengikut Kristus, kita memiliki tanggung jawab yang besar untuk senantiasa menghadirkan Kristus di lingkungan kita masing-masing. Yesus tidak hanya memilih, memanggil dan menenetapkan para rasul; namun Diapun memberi tugas yang harus diemban yaitu dengan pergi dan mewartakan Injil “Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan merekapun datang kepada-Nya. Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil” [Mrk 313-14]. Salam MisionerJan 24, 20210417Tatapan Kasih YesusHari Minggu Biasa II/B Yesus, dengan cara yang unik, memanggil para murid pertama-Nya. Dengan sebuah tatapan yang sederhana, Ia sekaligus melakukan tindakan Keluar, Melihat dan Memanggil [going out, seeing and calling]. Ada perjumpaan yang penuh rahmat yang diinisiasi oleh Allah sendiri. Tindakan itu diawali dengan sikap yang senantiasa ingin keluar’ dari kebiasaan lama kita keluar dari rutinitas kita yang membelenggu. Andreas dan Simon, tanpa menunggu lama, telah mengambil langkah itu Keluar’ dari dunia lama mereka dan mengikuti Yesus. Salam MisionerJan 16, 20210423Pembaptisan bukan sekadar UPDATE / Restart hidup...Dengan merayakan Pesta Pembaptisan Tuhan, kita diajak untuk merenungkan pembaptisan kita masing-masing. Pembaptisan berarti memberi diri kita untuk terus menerus mengubah diri kita, memperbaiki diri terus menerus, metanoia [conversion] mengubah hidup kita secara total dan radikal. Menempatkan Yesus sebagai dasar hidup kita. Dengan pembaptisan, kita menyadari dengan sungguh rahmat spiritual, yaitu diangkat menjadi anak-anak Allah, dibebaskan dari dosa Asal [kecenderungan untuk jatuh dalam dosa] dan masuk dalam anggota Gereja Katolik. Maka, pembaptisan membutuhkan suatu tindakan yang pertobatan yang total bukan hanya temporal. Pembaptisan berarti reinstall hidup kita kita dengan INJIL. Mengubah dasar hidup lama kita dengan nilai-nilai Injil Yesus Kristus. Pembaptisan, bukan hanya sekadar update atau restart namun REINSTALL. Salam MisionerJan 10, 20210352Epifani Penampakan TUHAN [Keselamatan UNIVERSAL untuk semua orang]. Marilah kita belajar dari Para Majus karena iman yang begitu mendalam, mereka menggunakan kemampuan dan pengetahuan mereka untuk sampai pada Kristus yang Juruselamat. Selain itu, mereka pun menjadi misionaris sejati dengan mewartakan kelahiran Kristus bagi Herodes, lambang penolakan. Dengan menggunakan pengetahuan astrologi mereka, tidak berarti bahwa para majus itu hanya tunduk kepadanya. Bintang hanya menuntun, namun imanlah yang membawa mereka sampai pada palungan, tempat Yesus, sang Raja Damai dilahirkan. Di masa pandemi ini, marilah kita menjadi seperti para Majus, menggunakan dunia digital sebagai sarana pewartaan. Para majus, berani mewartakan Kelahiran Tuhan, mewartakan harapan bagi semua umat beriman. “Pergilah ke seluruh dunia dan wartakanlah INJIL” Salam MisionerJan 03, 20210515Yesus sebagai PUSAT Keluarga KudusSlogan “per mariam ad Iesus” dan “Ite ad Ioseph” menjadi tanda ketaatan Bunda Maria dan St. Yusuf. Besarnya peran mereka tidak menjadikan mereka Sombong dan Angkuh. Kerendahan hati dan ketaatan akan Perintah Tuhan Menjadi dasar dan pegangan Hidup 27, 20200435Adven IV [“Maria model SUKACITA”]Bersukacita bersama Bunda Maria berarti tidak hanya berhenti pada euforia salam/sukacita/rejoice/Chairē semata-mata. Bunda Maria memberi tanggapan atas kabar sukacita itu dengan menyerahkan segala keraguan, kecemasan dan ketakutannya ke dalam kuasa Tuhan yang tak terbatas. Jawaban malaikat Gabriel “Sesungguhnya, bagi Tuhan tidak ada yang mustahil” [Luk 137] menjadi titik balik segala permenungan batin - dialog mendalam antara Bunda Maria dengan Allah yang diakhiri dengan seruan iman “ecce ancilla Domini fiat mihi secundum verbum tuum” [Luk 138].Dec 21, 20200439Adven III [Bersukacitalah seperti Yohanes Pembaptis!]Marilah kita menjadi seperti Yohanes Pembaptis, bersukacita bukan karena diri kita sendiri bukan karena identitas [status sosial atau jabatan] bukan karena kata orang’ tentang siapa diri kita. Bersukacitalah karena kita mau bersaksi dan menjadi misionaris Kristus. Kristuslah yang menjadi pusat dan isi pewartaan kita. Santo Paulus mengamininya dengan berseru “bersukacitalah senantiasa! Tetaplah berdoa dan mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah bagi kamu di dalam Kristus Yesus”. GAUDETEDec 13, 20200422Adven II [Yohanes Pembaptis di zaman NOW]Bacaan-bacaan Minggu ini menegaskan lagi antara nubuat Yesaya, seruan pertobatan Yohanes Pembaptis dan kelahiran Yesus. Menjadi tokoh penting dalam pewartaan dan persiapan kedatangan Yesus, Yohanes menunjukkan sikap RENDAH HATI yang patut kita contoh. Ia berkata “Membungkuk dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak.” Menjadi Yohanes Pembaptis zaman now’ berarti kita harus bersukacita karena berjumpa dengan Kristus. Sukacita itu telah terjadi bahkan ketika mereka masih di dalam kandungan “lalu berseru dengan suara nyaring “Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu” [Luk 141]. Karena sukacita perjumpaan itulah, Yohanes senantiasa menempatkan Yesus dalam setiap pewartaan dan seruan pertobatannya. Menjadi Yohanes Pembaptis zaman now’ berarti berani mewartakan pertobatan karena sukacita perjumpaan dengan Yesus. Maka marilah kita menyadari perjumpaan dengan Yesus dalam diri kita, sehingga kita berani menjadi seperti Yohanes Pembaptis yang menjadikan kita sebagai misionaris Kristus. Kristuslah yang menjadi pusat, bukan diri kita sendiri. Salam MisionerDec 06, 20200548Adven I [Berjaga-jaga, Realistiskah?]Masa Adven sebagai masa penantian akan kelahiran Yesus, merupakan jawaban atas jeritan manusia yang menantikan keagungan dan kemuliaan Tuhan. Kedatangannya mengalahkan maut dan dosa. Oleh karena itu, marilah kita “berjaga-jaga”, bukan pertama-tama karena kita tidak tahu dengan pasti kapan Hari Tuhan itu akan terjadi [kapan, di mana dan bagaimana], melainkan karena kesadaran bahwa kita adalah orang yang berdosa. Berjaga-jagalah karena itu membutuhkan pertobatan! Berjaga-jagalah karena Tuhan akan datang dalam keagungan dan kemuliaan! Jika kita menyadari itu, maka kita tetap akan menjadi Manusia-manusia yang realistis dalam beriman. Salam Misioner! RDHJNov 30, 20200409Semangat Misi di Bulan AgustusMenjalankan Tugas Misi berarti menyadari tugas, tanggung jawab dan tentunya KUASA yang Tuhan berika kepada Kita. Mari kita belajar dari Para Rasul mendengarkan mencerna melakukan Tugas tersebut dengan penuh SUKACITA SALAM Misioner RDHJAug 03, 20200549Salam Maria - RDHJSalam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu terpujilah engkau di antara wanita, dan terpujilah Buah tubuhmu, Yesus. Santa Maria, Bunda Allah, doakanlah kami yang berdosa ini, sekarang dan waktu kami mati, AMIN. Jun 03, 20200159Berdoa berarti BERMISI - Esensi DOA TUGAS? Pekerjaan? Formalitas? Tanggung Jawab? Pernahkah kita menyadari bahwa doa-doa kita itu terlalu egosentris? Tujuannya ialah untuk kepentingan diri kita sendiri? Ataukah hanya berisi tentang permohonan-permohonan pribadi kita sendiri? Atau bahkan doa dijadikan sebagai media untuk memaksa’ Tuhan untuk menjawab berbagai kebutuhan kita dengan segera? Maka, tak jarang, dalam praktiknya seorang kristiani lebih sering menempatkan dirinya sebagai pusat dalam doa pribadi tersebut. Jika demikian, apakah doa kita itu sudah tepat? Berdoa, bukan sekadar mengungkapkan permohonan pribadi. Berdoa berarti berani lepas dari diri sendiri, menjadikan Tuhan sebagai pusat, dan berkomunikasi dengan-Nya. Dengan demikian, dengan berdoa, kita membiarkan diri kita dituntun untuk melakukan segala kehendak Allah. Tinggal bersama dalam kerahiman Tuhan. Doa bukan sekadar duduk, diam mengikuti ibadat pada waktu tertentu, setelah itu selesai doa formal. Dengan demikian, Berdoa tidak terbatas pada ruang dan waktu, berdoa dapat menjadi seluruh aktivitas kita sepanjang hari. Karena Allah senantiasa menyapa kita, maka hendaknya kita pun siap sedia menjawab sapaan Allah itu dalam doa. Lebih dari itu, Jean DaniĂ©lou mengatakan, “Misi adalah perluasan dari Doa”. Makan dengan berdoa yang menempatkan Allah Bapa, Putera dan Roh Kudus sebagai pusat berarti kita telah mengambil bagian dalam karya misi 24, 20201201Doa Panggilan - UNTUK SIAPA???Hari Doa untuk Panggilan Sedunia 030520. Kita semua diajak untuk merenungkan panggilan kita masing-masing. Baik sebagai umat beriman awam maupun sebagai Religius Tarekat Hidup Bakti dan Clerus. Hari ini kita berdoa mereka yang telah menyadari dan menemukan panggilan hidup masing-masing. Semoga mereka dapat mensyukuri dan menghayati jalan panggilan tersebut sebagai suatu sarana untuk menyucikan diri dan menghadirkan Kristus dalam diri mereka. Di lain pihak, kita juga berdoa bagi mereka yang sampai saat ini masih dalam kebimbangan. Semoga Tuhan pun memberikan pencerahan dan peneguhan bagi mereka agar dapat menemukan panggilan hidup yang 04, 20200845After EASTER SPIRITIMAN - PERCAYA - SUKACITA - PEWARTAAN Apr 20, 20200628Extraordinary Easter 2020APa makna paskah? Paskah Kristus Bangkit; Jangan Takut, Pergi dan Wartakan!Apr 13, 20200417sakramen TObat di masa Pandemi Covid-19Apr 02, 20201227Walking Together - RDHJ feat. Patydina [Themesong Sinode 2019 - Keuskupan Bogor]Theme Song Sinode Keusk. Bogor “Walking Together” by. RDHJ Voc. Paty Dina Hey Kawan jangan Ragu jangan Takut bersuka kar’na berjumpa kau saudara seiman Bukalah Mata, Hati dan pikiran maju & melangkah pasti .. ooo Kita jalan bersama Reff. Bersama Kristus sang Sahabat Engkau Teman & saudaraku Dan alam pun bersorak-sorai Kar’na kita jalan bersama coda Hey Kawan Kau saudara seiman kita jalan bersamaMar 30, 20200238ayo berkreasiyuk dengar "jingle" baru dirumahsaja by RDHJMar 30, 20200118Spiritual Communion! Tidak Komuni? Sah Gak Ya? Mar 28, 20200558Berkat Urbi et OrbiMar 27, 20200428Berkat Urbi et OrbiApa sih Berkat Urbi Et Orbi? Indulgensi Penuh? berkat Urbi et Orbi Luar biasa? Sebagai orang beriman, apa yang harus kita lakukan?Mar 27, 20200350shortCUTEchism by RDHJ“Pergilah, wartakanlah injil kepada segala mahkluk” Mrk 1615. Adalah spiritualitas misioner yg menjadi dasar dalam berkatekese. Bersama RDHJ dalam shortCUTEchism, podcast katekese ringan dan singkat, kita semua diajak untuk menjadi pewarta dengan mewartakan iman kita lewat media sosial. [salam misioner - RDHJ]Mar 26, 20200057 “Jika Dia Dapat Mengubah Air Menjadi Anggur 
 ,” Liahona, Januari 2023. Gambarbuli-buli dengan air dan anggur Yohanes adalah satu-satunya penulis Injil yang menceritakan Juruselamat mengubah air menjadi anggur lihat Yohanes 21–11. Dia bahkan memiliki perasaan yang cukup kuat mengenai pengalaman itu untuk memberi tahu kita bahwa itu adalah “sebagai yang pertama dari tanda-tanda” Juruselamat Yohanes 211. Secara budaya, konsekuensi kehabisan anggur bisa merusak status sosial mereka yang terlibat. 1 Dan sementara saya tidak percaya mukjizat harus dramatis untuk mengubah hidup, saya bertanya-tanya mengapa Yohanes merasa mukjizat ini begitu penting di antara begitu banyak yang dramatis dan mengubah kehidupan. Mengapa Mukjizat? Mengapa mukjizat begitu penting di sepanjang pemberian pelayanan Juruselamat? Tentunya itu sebagian karena belas kasihan-Nya bagi mereka yang membutuhkan lihat Markus 141. Selain itu, mukjizat merupakan bukti penting akan kuasa dan wewenang ilahi-Nya lihat Markus 25, 10–11. Peristiwa-peristiwa yang bersifat mukjizat juga dapat memperkuat iman dan mendatangkan perhatian pada pesan-Nya lihat Yohanes 211; 62. Kemudian seseorang menunjukkan kepada saya bahwa mukjizat Juruselamat tidak hanya membawa orang untuk mendengarkan pesannya; itu membantu mengajarkan pesan Ketika saya bertanya kepada diri sendiri apa yang dapat saya pelajari mengenai Yesus Kristus dan misi ilahi-Nya dari mengubah air menjadi anggur, saya mulai melihat hal-hal baru. Berikut adalah tiga pelajaran yang saya pelajari dari mukjizat di Kana mengenai Juruselamat dan kuasa-Nya untuk menyelamatkan. 1. “Saat-Ku belum tiba” Ketika Maria meminta bantuan Yesus, Dia menanggapi, “Saat-Ku belum tiba” Yohanes 24. Tanpa perincian lebih lanjut, tidaklah jelas dari catatan Yohanes apa yang tepatnya Maria harapkan atau apa yang Yesus maksudkan dengan jawaban-Nya bahwa saat-Nya belum tiba. Saya segera memperhatikan bahwa ungkapan ini penting Adalah mungkin bahwa Yesus merujuk pada beberapa peristiwa yang sudah dekat di masa datang, seperti awal pemberian pelayanan umum-Nya. Pada saat yang sama, ungkapan tersebut memiliki gaung yang menggema di seluruh catatan Yohanes, sering mengarah pada mukjizat utama kurban pendamaian-Nya lihat Yohanes 421–23; 525–29; 730; 820. Akhirnya, ungkapan itu terulang kembali di akhir pemberian pelayanan fana-Nya, ketika “Yesus telah tahu bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa” Yohanes 131, penekanan ditambahkan; lihat juga Yohanes 1223, 27; 1632. Dan sebelum pergi ke Getsemani, Dia berdoa, “Bapa, telah tiba saatnya; permuliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau” Yohanes 171, penekanan ditambahkan. Melihat Yohanes mengulangi ungkapan ini di sepanjang catatannya membantu saya melihat yang akhir dari yang awal. Pertama, Yesus mengubah air menjadi anggur untuk memuaskan rasa haus jasmani. Kemudian, pada akhirnya, Dia menggunakan anggur sakramen untuk melambangkan darah pendamaian-Nya, yang memungkinkan kehidupan kekal dan menyebabkan mereka yang percaya kepada-Nya untuk tidak pernah haus lagi lihat Yohanes 413–16; 635–58; 3 Nefi 208. 2. “Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu” Setelah meminta bantuan Yesus, Maria memberi tahu para pelayan, “Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu” Yohanes 25. Ada sebuah pelajaran dalam pernyataan ini dan dalam kesamaan yang menarik antara kisah ini dan kisah Yusuf di Mesir. “Ketika seluruh negeri Mesir menderita kelaparan, dan rakyat berteriak meminta roti kepada Firaun, berkatalah Firaun kepada semua orang Mesir Pergilah kepada Yusuf; perbuatlah apa yang akan dikatakannya kepadamu” Kejadian 4155, penekanan ditambahkan. Maria mungkin tidak berniat membuat hubungan ini, dan mungkin Yohanes juga tidak. Tetapi sewaktu saya memperhatikan kesamaannya, dua gagasan muncul di benak. Pertama, saya melihat cara lain Yusuf dan tokoh-tokoh lain dari Perjanjian Lama menggambarkan tentang Yesus Kristus dan misi-Nya. Tetapi, yang lebih penting, kisah tentang Mesir dan Kana mengingatkan saya bahwa tidak saja Yesus Kristus dapat menyelamatkan kita dari dosa dan kematian melalui Pendamaian-Nya—yang kemudian Dia lambangkan dengan roti dan anggur—namun Dia juga dapat menyelamatkan kita dari tantangan-tantangan jasmani, sosial, dan lainnya. Ketika orang-orang kehabisan roti, Firaun menyuruh mereka untuk melakukan apa pun yang Yusuf katakan. Mereka melakukannya dan diberi roti dan diselamatkan dari penderitaan jasmani. Ketika para pelayan kehabisan anggur, Maria memberi tahu mereka untuk melakukan apa pun yang Yesus firmankan. Mereka melakukannya dan diberi anggur, dan mereka yang terlibat diselamatkan dari kegagalan melakukan kewajiban mereka. GambarYesus bersama pria dan anak Jika kita bersedia melakukan apa pun yang Yesus firmankan, Dia dapat melakukan mukjizat dalam kehidupan kita. Balm of Gilead [Balsam di Gilead], oleh Annie Henrie Nader, dilarang mengopi Jika kita bersedia melakukan apa pun yang Yesus firmankan, Dia dapat melakukan yang sama bagi kita dan melakukan mukjizat dalam kehidupan kita lihat Ibrani 1035–36. Diselamatkan adalah yang terbesar dari segala mukjizat-Nya, dan itu memerlukan kepatuhan di pihak kita lihat Ajaran dan Perjanjian 147; Pasal-Pasal Kepercayaan 13. 3. “Dan mereka pun mengisinya sampai penuh” Juruselamat mengarahkan para pelayan untuk mengisi enam tempayan dengan air. “Dan mereka pun mengisinya sampai penuh” Yohanes 26–7. Sementara para ahli menyarankan jumlah yang berbeda, mungkin aman untuk mengatakan bahwa setiap tempayan menampung beberapa galon. Apakah lebih sulit untuk mengubah satu galon atau 100 galon air menjadi anggur, saya tidak tahu. Apa yang telah mengubah hidup saya adalah gagasan bahwa Yesus memiliki kuasa untuk mengubah satu hal menjadi sesuatu yang sama sekali berbeda. Dia tidak hanya membuat air dengan rasa anggur; Dia mengambil air, dengan struktur molekulnya yang sederhana, dan mengubahnya menjadi anggur, campuran kompleks dari ratusan senyawa kimia. Jika Dia dapat melakukan itu, maka Dia dapat mengubah tantangan saya menjadi berkat—bukan hanya menambahkan prospek yang penuh harapan pada badai tetapi benar-benar mengubah substansi pencobaan menjadi sesuatu yang memberkati saya lihat Roma 828; 2 Nefi 22. Dan jika Dia dapat melakukannya dengan satu tantangan, Dia dapat melakukannya dengan semuanya. Maka ketika kehidupan tampak penuh dengan pencobaan, ingatlah bahwa Dia dapat mengubah air menjadi anggur. Dia dapat mengaruniakan perhiasan kepala ganti abu lihat Yesaya 613. Dia dapat mengambil kejahatan dan mengubahnya menjadi kebaikan lihat Kejadian 5020. Dia dapat mengubah kesalahan saya menjadi pertumbuhan dan mengambil dosa-dosa saya serta mengubahnya dari penghukuman menjadi Dan, bagi saya, realisasi itu adalah yang paling signifikan dari semuanya. Mukjizat ini yang pernah saya abaikan telah mengajari saya bahwa melalui kuasa-Nya, jika kita memiliki iman untuk melakukan apa yang Dia minta, Dia dapat mengubah kita dari apa adanya kita menjadi apa yang kita dapat menjadi—seperti Dia.

kisah yesus mengubah air menjadi anggur